Cara Uji Tanda (sign test) menggunakan SPSS

uji tanda atau sign test digunakan untuk membandingkan dua sampel berpasangan dengan skala ordinal. prinsip dari uji tanda adalah menghitung selisih pasangan nilai data dari sampel pertama dengan sampel kedua, kemudian dihitung jumlah selisih pasangan data yang positif dan jumlah selisih pasangan data yang negatif. Jika hipotesis nol benar, maka diharapkan jumlah selisih pasangan data yang positif kurang lebih akan sama dengan jumlah selisih pasangan data yang negatif. Dengan kata lain, diharapkan jumlah selisih pasangan data yang positif dan jumlah selisih pasangan data yang negatif adalah setengah dari total sampel. Jika jumlah selisih pasangan data yang negatif atau jumlah selisih pasangan yang positif berbeda jauh, maka hipotesis nol ditolak.


Ada tiga bentuk hipotesis untuk uji tanda di mana penggunaannya tergantung dari
persoalan yang akan diuji:
Bentuk uji hipotesis dua sisi (two-sided atau two-tailed test) dengan hipotesis:
Ho : μ = 0,5 
Ha : μ ≠ 0,5
Bentuk uji hipotesis satu sisi (one-sided atau one-tailed test) untuk sisi atas (upper tailed) dengan hipotesis:
Ho : μ < 0,5 
Ha : μ > 0,5
Bentuk uji hipotesis satu sisi(one-sided atau one-tailed test) untuk sisi bawah (lower tailed) dengan hipotesis:
Ho : μ> 0,5 
Ha : μ < 0,5
Dalam pengujian hipotesis, kriteria untuk menolak atau tidak menolak Ho berdasarkan Pvalue adalah sebagai berikut:
  • Jika P-value (Sig.) < α, maka Ho ditolak
  • Jika P-value (Sig.) > α, maka Ho diterima  
Dalam program SPSS digunakan istilah significance (yang disingkat sig) untuk P-value; atau dengan kata lain P-value = Sig  

Contoh: Dalam menentukan persepsi mobil mana yang lebih nyaman dikendarai, 10 orang dipilih secara acak dan masing-masing diminta duduk di bagian belakang mobil model Eropa dan mobil model Jepang. Kemudian ke-10 orang tersebut masing-masing diminta memberi penilaian dengan 5-point scale sebagai berikut: 1 = mobil sangat tidak nyaman, 2 = mobil tidak nyaman, 3 = netral, 4 = mobil nyaman dan 5 = mobil sangat nyaman.  

Apakah dapat disimpulkan bahwa mobil model Eropa lebih nyaman dibandingkan mobil model Jepang? Gunakan α = 0,05.


Dalam contoh ini kita ingin membandingkan dua populasi dengan skala ordinal. Karena ke-10 orang yang sama memberi penilaian kepada kedua model mobil, maka data-data yang diperoleh adalah data berpasangan. Karena kita membandingkan apakah mobil model Eropa lebih nyaman dibandingkan mobil model Jepang, maka digunakan uji hipotesis satu sisi (one-sided atau one-tailed test) yaitu sisi atas (upper tail) dengan hipotesis:
Ho : Mobil Eropa sama nyamannya dengan Mobil Jepang.
Ha : Mobil Eropa lebih nyaman dari Mobil Jepang.

Langkah-langkah Uji Tanda dengan SPSS:
  • Input data di atas ke dalam SPSS.
  • Pada kolom Name ketik Mobil_Eropa dan Mobil_Jepang.
  • Pada kolom Decimals angka ganti menjadi 0.
  • Pada kolom Align isikan Center.
  • Pada kolom Measure isikan Ordinal.
  • Untuk kolom-kolom lainnya biarkan saja (isian default)


  • Klik tab sheet [Variable View] pada SPSS data editor dan ketik/copy data sebagai berikut:


  • Selanjutanya klik [Analyze] > [Nonparametrik Test] > [Legacy Dialogs]>[Related Samples].

  • Akan muncul kotak dialog Two-Related-Samples Test, masukan variabel Mobil_Eropa dan Mobil_Jepang pada kotak Test Pairs di sebelah kanan dan tandai Sign dipilihan Test Type.


  • Klik [OK].
  • Muncul output SPSS viewer menampilkan hasil sebagai berikut ini  

Dari output frequencies uji tanda (Sign Test) terlihat bahwa jumlah selisih pasangan data Mobil Jepang – Mobil Eropa terdiri 7 pasang berselisih negatif, 2 pasang berselisih positif, dan 1 pasang berselisih nol atau pasangan data berselisih sama (ties).
Nilai P-Value (Exact Sig.)untuk uji 2 pihak di atas adalah 0,180, karena pengujian kita adalah uji 1 pihak (One Tail) Ha: n > 0,5 maka nilai P-Value (Exact Sig.) harus dibagi dua = 0,09. Ternyata nilai P-Value (Exact Sig.) > α atau 0,09 > 0,05 sehingga  merupakan bukti kuat untuk menerima Ho. Artinya mobil Eropa sama nyamannya dengan mobil Jepang.

Postingan populer dari blog ini

Cara Uji Validitas Metode Analisis Faktor (KMO) dengan SPSS

Pengertian Perilaku Menyimpang Menurut Para Ahli

Sebab-sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang atau Anti Sosial