Cara Uji Run Test Menggunakan SPSS

Fungsi dan dasar pemikiran yang digunakan pada one sample run test didasarkan atas urutan (order) di mana skor-skor atau observasi-observasi itu satu persatu diperoleh. Teknik yang akan disajikan dari konsep ini berdasarkan pada banyaknya run yang ditampilkan oleh suatu sampel. Run didefinisikan sebagai suatu urutan lambang-lambang yang sama, yang diikuti serta mengikuti lambang-lambang yang berbeda, atau tidak mengikuti atau diikuti lambang apa pun.

Banyaknya elemen suatu jenis misalkan n1 yaitu semua skor yang jatuh di bawah median ditandai dengan plus (+), dan banyaknya elemen jenis yang lain misalnya n2 yaitu semua skor yang jatuh di atas median ditandai dengan minus (-), sehingga total kejadian yang diamati adalah N = n1 + n2. Untuk menggunakan uji
run satu sampel, pertama-tama diamati kejadian-kejadian n1 dan n2 dalam urutan di mana kejadian-kejadian itu muncul, dan kemudian tentukan harga r, yaitu banyaknya run yang ada. 


Contoh Kasus Sebuah mesin diukur sehingga secara otomatis mengeluarkan minyak pelumas ke dalam kaleng. Dapatkah kita katakan bahwa banyaknya minyak pelumas yang dikeluarkan oleh mesin tersebut bervariasi secara acak bila isi 10 kaleng berikut berturut-turut : 10,2; 9,7; 10,1; 10,3; 10,1; 9,8; 9,9; 10,4; 10,3; 9,8. Gunakan taraf nyata 0,05.  

Langkah-langkah Uji Run dengan SPSS:
Input data di atas ke dalam SPSS
Pada kolom Name ketik Pelumas
Pada kolom Decimals angka ganti menjadi 1.
Pada kolom Label isikan Minyak Pelumas.
Pada kolom Align isikan Center.
Pada kolom Measure isikan Nominal.
Untuk kolom-kolom lainnya biarkan saja (isian default)
Klik tab sheet Variable View pada SPSS data editor dan ketik/copy data sebagai berikut:
Selanjutanya klik Analyze => Nonparametrik Test => Legacy Dialogs =Runs.
Akan muncul kotak dialog Run Test, masukan variabel Pelumas pada kotak Test Variable List di sebelah kanan dan berikan checlist pada median dan Mean dipilihan Cut Point.
Klik tab Options maka akan muncul kotak dialog Run Test: Options. beri checklist pada pilihan Descripyive, kemudian klik Continue.
Klik OK.
Muncul output SPSS viewer menampilkan hasil sebagai berikut
Menggunakan Median

Test Value = 10,1
Jadi banyaknya runtun (run) r = 6, untuk n
1 = tanda (-) = 4 dan n2 = tanda (+) = 6. Dari tabel harga kritis r dalam uji-Run diperolah : r1 = 2 dan r2 = 9 

Kesimpulan : karena (r1 = 2) < (r = 6) < (r2 = 9) maka Ho diterima, artinya sampel tersebut memang diambil secara acak. Atau dengan menggunakan nilai Asymp. Sig. (2- tailed) > 0,05 disimpulkan Ho diterima.  

Menggunakan Mean (rata-rata)  

Test Value = 10,06  
Jadi banyaknya runtun (run) r = 6, untuk n1 = tanda (-) = 4, untuk n2 = tanda (+) = 6 Dari tabel harga kritis r dalam uji-Run diperolah : r1 = 2 dan r2 = 9. 

Kesimpulan : karena (r1 = 2) < (r = 6) < (r2 = 9) maka Ho diterima, artinya sampel tersebut memang diambil secara acak. Atau dengan menggunakan nilai Asymp. Sig. (2- tailed) > 0,05 disimpulkan Ho diterima.  

Postingan populer dari blog ini

Cara Uji Validitas Metode Analisis Faktor (KMO) dengan SPSS

Pengertian Perilaku Menyimpang Menurut Para Ahli

Sebab-sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang atau Anti Sosial