Cara Uji Multikolinearitas Menggunakan SPSS

Ada banyak cara untuk menentukan apakah suatu model memiliki gejala Multikolinieritas, pada modul ini hanya diperkenalkan 2 cara, yaitu VIF dan Uji Korelasi.
Uji VIF.
Cara ini sangat mudah, hanya melihat apakah nilai VIF untuk masing-masing variabel lebih besar dari 10 atau tidak. Bila nilai VIF lebih besar dari 10 maka diindikasikan model tersebut memiliki gejala Multikolinieritas.
LANGKAH-LANGKAH DALAM SPSS
Lakukan uji regresi seperti pengujian regresi pada persamaan-persamaan laennya. Setelah itu pilih Statistics kemudian centang pilihan Collinearity Diagnostics setelah itu pilih tombol Continue dan akhirnya pada tampilan selanjutnya pilih OK. Hasilnya sebagai berikut.
Cara Uji Multikolinearitas Menggunakan SPSS

Dapat dilihat bahwa seluruh variabel penjelas memiliki nilai VIF lebih besar 10 maka dapat disimpulkan bahwa model regresi ini memiliki masalah Multikolinieritas.
Partial Correlation


Cara kedua adalah dengan melihat keeratan hubungan antara dua variabel penjelas atau yang lebih dikenal dengan istilah korelasi. 
LANGKAH-LANGKAH DALAM SPSS
Analyze => Correlate => Partial akan muncul tampilan sebagai berikut.
Cara Uji Multikolinearitas Menggunakan SPSS
Masukkan variabel X2, X3, X4 dan X5 ke dalam kotak Variables, dan variabel Y ke dalam kotak Controlling for, dan kemudian OK. Hasilnya sebagai berikut.
Cara Uji Multikolinearitas Menggunakan SPSS

Untuk menentukan apakah hubungan antara dua variabel bebas memiliki masalah multikoliniaritas adalah melihat nilai Significance (2-tailed), jika nilainya lebih kecil dari 0,05 (α=5%) maka diindikasikan memiliki gejala Multikolinearitas yang serius. Dari seluruh nilai Significance (2-tailed) di atas, dapat disimpulkan seluruh variabel penjelas tidak terbebas dari masalah Multikolinearitas.

Postingan populer dari blog ini

Cara Uji Validitas Metode Analisis Faktor (KMO) dengan SPSS

Pengertian Perilaku Menyimpang Menurut Para Ahli

Sebab-sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang atau Anti Sosial